Ada Biaya Pembatalan Kredivo? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sebagai reseller baju anak, saya biasa belanja stok dalam jumlah besar lewat marketplace, bayarnya pakai Kredivo biar arus kas toko tetap aman. Minggu lalu saya kelewat semangat, checkout 50 pcs baju motif tertentu, padahal harusnya cuma 20 pcs sesuai pesanan yang masuk. Salah klik jumlah gara-gara buru-buru mau kejar promo yang mau habis.

Begitu sadar, saya langsung panik. Nominal transaksinya lumayan gede buat kesalahan sekonyol itu. Saya langsung cari tahu soal cara pembatalan Kredivo, dan yang paling bikin penasaran, apa ada biaya tambahan kalau saya batalkan sebagian dari pesanan itu? Ternyata jawabannya nggak sesederhana ya atau tidak.

Ternyata Ada Batas Waktu yang Menentukan Biaya

Ini bagian yang paling saya cari tahu duluan. Ternyata pembatalan transaksi punya jendela waktu maksimal 30 hari kalender sejak transaksi berhasil diproses, dan di dalam rentang itu ada dua zona berbeda soal biaya.

Kalau saya ajukan pembatalan di antara hari ke-0 sampai hari ke-14, nggak ada biaya tambahan sama sekali alias nol persen. Tapi kalau saya baru sadar dan ajukan di rentang hari ke-15 sampai hari ke-30, ada biaya sebesar 1,25 persen dari nilai transaksi yang harus saya tanggung. Untung saya sadarnya cuma dua hari setelah transaksi, jadi masih masuk zona aman tanpa biaya.

Bukan Cuma Soal Waktu, Tapi Juga Prosedurnya

Setelah tahu soal biaya, saya juga baru ngeh kalau pembatalan ini nggak bisa langsung saya ajukan ke Kredivo begitu aja. Prosesnya harus dimulai dari sisi marketplace tempat saya belanja.

Saya batalkan dulu sebagian pesanan itu di aplikasi marketplace, tunggu sampai refund-nya benar-benar cair ke dompet digital saya, baru pindahkan dana itu ke rekening bank yang terhubung. Setelah itu, baru saya buka aplikasi Kredivo, masuk ke menu Transaksi, pilih tagihan yang mau dibatalkan, klik Ajukan Pembatalan, dan ikuti prosesnya sampai selesai. Urutannya emang harus begitu, nggak bisa dibalik.

Kalau Sudah Lewat 30 Hari, Gimana?

Ini yang bikin saya makin waspada ke depannya. Kalau ternyata saya baru sadar kesalahan itu setelah lewat hari ke-30, opsi pembatalan resmi udah tertutup sama sekali.

Lebih parahnya lagi, kalau merchant tetap memaksakan proses pembatalan di luar batas waktu itu, bunga yang udah berjalan nggak bisa dihapuskan. Yang dikembalikan cuma pokok utangnya doang, bukan total keseluruhan yang udah dibebankan ke saya. Jadi semakin cepat saya sadar dan bergerak, semakin kecil juga risiko biaya tambahan yang harus saya tanggung.

Limit Saya Kembali Setelah Semua Beres

Begitu proses pembatalan sebagian pesanan itu selesai diproses sepenuhnya, limit Kredivo saya yang sempat kepakai buat 30 pcs kelebihan itu balik lagi sesuai nilai transaksinya. Rasanya lega, karena limit itu penting banget buat saya yang masih perlu restock barang lain di minggu yang sama.

Dari pengalaman ini saya belajar, Kredivo PayLater sebenarnya cukup fair soal aturan biaya pembatalan, asal kita paham timeline-nya dan nggak menunda-nunda begitu sadar ada kesalahan. 

Buat kamu yang juga sering transaksi dalam jumlah besar kayak saya, cara pembatalan Kredivo ini penting banget dipahami dari awal, biar kalau suatu saat kejadian serupa, kamu udah tahu harus gerak ke arah mana dan seberapa besar biaya yang mungkin harus ditanggung.